Manajemen dan 500 orang karyawan Atlas ikuti Uoacara Guru Piduka di Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Berawa Jalan Pantai Berawa, Banjar Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali pada Sabtu (08/02/2025).

Atlas Bali Gelar Upacara Guru Piduka, Bentuk Permohonan Maaf Secara Niskala

RedaksiBudayaSeputar Bali08/02/2025170 Views

Badung, Nikiberitabali.com – PT Kreasi Bali Prima, perusahaan di sektor pariwisata dan hiburan yang menaungi Atlas Super Club, menggelar Upacara Guru Piduka di Pura Desa Lan Puseh, Desa Adat Berawa, Kuta Utara, Badung, pada Sabtu (8/2/2025). Upacara ini digelar sebagai bentuk permohonan maaf secara niskala kepada masyarakat Hindu Bali atas insiden penayangan karya visual yang menyerupai Dewa Siwa di layar LED klub pada 30 Januari 2025 lalu.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh para pemangku dan penglingsir pura setempat dengan sarana sesajen lengkap. Direktur Event dan Entertainment Atlas, Citra Yunita, menegaskan bahwa upacara ini merupakan komitmen pihaknya untuk meminta maaf dan merangkul kembali masyarakat Hindu Bali.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada umat Hindu, khususnya di Bali. Kami berharap melalui Upacara Guru Piduka ini, kami dapat diterima kembali dan melangkah ke arah yang lebih baik,” ujar Citra Yunita.

Atlas Bali Jalankan Rangkaian Permohonan Maaf

Sebelumnya, dalam Siaran Pers 5 Februari 2025, manajemen Atlas telah memenuhi Surat Teguran dari PHDI Bali dan LBH KMHDI, dengan melakukan audiensi dan mediasi dengan berbagai pihak, termasuk pemuka agama, aparat keamanan, dan instansi pemerintah.

Atlas juga telah mengadakan pertemuan dengan DPD RI Bali, PHDI Bali, DPRD Bali, DPRD Badung, Satpol PP, dan kepolisian guna memastikan penyelesaian insiden ini secara damai.

“Ini semua adalah bukti keseriusan kami dalam meminta maaf dan menunjukkan kerendahan hati atas kejadian yang tidak disengaja,” tambah Citra.

Sementara itu, Kepala Humas Atlas, Tommy Dimas, menyatakan bahwa upacara ini sengaja diselenggarakan bersamaan dengan Hari Raya Saraswati sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali.

Dampak Atlas bagi Ekonomi dan Masyarakat Bali

Sejak dibuka pada 2022, Atlas telah menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja, di mana lebih dari 700 di antaranya adalah umat Hindu Bali. Kontribusi Atlas bagi sektor pariwisata dan ekonomi Bali pun diakui oleh berbagai pihak.

Perbekel Desa Tibubeneng, I Made Kamajaya, menegaskan pentingnya mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi masyarakat Bali, mengingat banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata, termasuk Atlas.

Salah satu warga Desa Adat Berawa, Made Sandra, berharap agar upacara ini dapat membawa ketenangan. “Tujuan utama dari Guru Piduka ini adalah untuk saling memaafkan,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan lebih dari 500 karyawan Atlas mengikuti upacara ini, hingga memenuhi area pura dan badan jalan. Aparat kepolisian pun turun tangan mengatur lalu lintas guna menghindari kemacetan.

Dengan terlaksananya Upacara Guru Piduka, diharapkan hubungan antara Atlas dan masyarakat Hindu Bali kembali harmonis serta menjadi pelajaran bagi dunia usaha untuk lebih menghormati nilai-nilai budaya lokal. (r)

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Loading Next Post...