Tapal batas Tabanan di perbatasan dengan Badung mulai menampakkan wujudnya. Desain gerbang mengusung unsur budaya agraris dan arsitektur khas Bali.

Oktober Rampung, Tapal Batas Baru Jadi Ikon Khas Tabanan

RedaksiSeputar Bali27/07/202562 Views

TABANAN, Nikiberitabali.com– Penataan tapal batas Kabupaten Tabanan terus dikebut. Hingga akhir Juli 2025, progres pengerjaan di dua titik perbatasan sudah mencapai 38 persen. Tapi ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Tapal batas ini digagas sebagai ikon visual baru Tabanan yang merepresentasikan jati diri sebagai daerah agraris dan lumbung pangan Bali.

Konsep gerbang tapal batas ini merupakan ide brilian Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, yang ingin menghadirkan penanda wilayah dengan ciri khas lokal yang kuat. Desainnya mengusung unsur budaya agraris, salah satunya terinspirasi dari bentuk jineng—lumbung padi tradisional Bali yang identik dengan kemakmuran dan kearifan lokal. Jinengbiasanya berbentuk panggung dengan atap menjulang, berdiri di atas kaki-kaki kayu, dan dihiasi ornamen simbolik. Bagi masyarakat Tabanan, jineng bukan sekadar bangunan penyimpanan, tetapi juga simbol ketekunan petani dan kesejahteraan keluarga.

Dua lokasi pembangunan berada di perbatasan Tabanan–Badung, tepatnya di Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, dan di perbatasan Tabanan–Jembrana, yakni di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat. Proyek ini menelan anggaran Rp 15 miliar yang seluruhnya bersumber dari APBD Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, mengatakan tapal batas ini tidak hanya akan menjadi penanda administratif, melainkan juga wajah baru Tabanan yang sarat makna. Desain bangunannya mengangkat simbol-simbol agraris yang menjadi identitas kuat kabupaten ini.

“Ini bukan cuma soal batas wilayah. Kami ingin setiap orang yang masuk ke Tabanan langsung merasakan nuansa agraris—dengan ornamen padi, subak, dan sentuhan seni lokal,” ujar Dedy, Jumat (25/7).

Ia menambahkan, struktur bangunan akan menyatu dengan lanskap sekitar dan memperkuat identitas budaya setempat. Filosofi pertanian yang selama ini menjadi ruh kehidupan masyarakat Tabanan akan menjadi penanda kuat di gerbang masuk kabupaten.

Untuk pembangunan tapal batas di titik Tabanan–Badung, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 10 miliar, sementara di Tabanan–Jembrana sebesar Rp 5 miliar.

Proyek ini ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Harapannya, tapal batas ini bukan hanya memperindah pintu masuk ke Tabanan, tapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat—ikon daerah agraris yang kental nilai tradisinya, sejalan dengan visi budaya dan pembangunan yang terus digaungkan oleh Bupati Sanjaya. (jk)

Loading Next Post...