
Mangupura, Nikiberitabali.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta secara resmi menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp 25 juta kepada 581 Sekaa Teruna/Yowana se-Kabupaten Badung dalam rangka Bulan Bahasa Bali VII di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Senin (03/02/2025). Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 14 miliar lebih, dengan kenaikan Rp 5 juta per kelompok dibanding tahun sebelumnya.
Dana ini diberikan sebagai bentuk dukungan kepada generasi muda dalam melestarikan Dresta Lango, termasuk pembuatan ogoh-ogoh untuk perayaan Hari Raya Nyepi. Namun, muncul pertanyaan: apakah dana sebesar itu benar-benar dimanfaatkan dengan optimal?
Bupati Giri Prasta menegaskan bahwa Sekaa Teruna harus memanfaatkan dana ini dengan baik, terutama dalam membuat ogoh-ogoh yang berkualitas, inovatif, dan tetap berlandaskan pakem Hindu Dresta Bali. Ia juga menekankan agar kreativitas anak muda tidak menimbulkan konflik.
“Silakan berkreasi, gunakan teknologi dalam pembuatan ogoh-ogoh, tapi jangan melenceng dari pakem yang ada. Tidak boleh ada perkelahian antar Sekaa Teruna saat malam Pengerupukan. Jika ada yang melanggar, akan dikenakan sanksi tegas,” ujar Giri Prasta.
Dengan Rp 14 miliar lebih dikucurkan untuk 581 kelompok, masing-masing mendapatkan Rp 25 juta. Namun, apakah dana ini cukup, atau justru berlebihan hanya untuk pembuatan ogoh-ogoh?
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, Gde Eka Sudarwitha, menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperkokoh kehidupan berbasis adat dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.
“Penyaluran dana ini adalah bentuk dukungan nyata bagi kreativitas generasi muda dalam menjaga tradisi, khususnya ogoh-ogoh, agar terus berkembang tanpa melenceng dari nilai budaya yang ada,” jelasnya.
Meskipun demikian, transparansi penggunaan dana ini menjadi hal yang penting untuk memastikan bahwa anggaran besar tersebut benar-benar berdampak positif bagi Sekaa Teruna dan kelestarian budaya Bali. (jk)