Film Sejarah “Djuanda Pemersatu Laut Indonesia” Resmi Tayang, Ini Pesan Nasionalismenya

RedaksiNasionalHiburan25/02/2025127 Views

Jakarta, Nikiberitabali.com – Film biopik Djuanda Pemersatu Laut Indonesia resmi tayang sebagai upaya melestarikan sejarah bangsa. Film ini merupakan hasil kerja sama Lembaga Seni Budaya (LSB) PP Muhammadiyah, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dan PT Mix Production. Mengangkat kisah perjuangan Djuanda Kartawidjaja, film ini diharapkan tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk lebih memahami sejarah dan mencintai Tanah Air.

Pemutaran perdana film ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 22 Februari 2025 dan dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk cucu Djuanda Kartawidjaja, Ismeth Wibowo, Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib, Ketua LSB PP Muhammadiyah Gunawan Budiyanto, serta perwakilan BCA seperti Kepala KCU BCA Yogyakarta Dovi Kurniawan dan VP BCA Endang Sri Kuncorowati.

Menurut EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, film ini menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

“Mengenali sejarah bangsa adalah bagian dari identitas kita. Melalui film ini, kami ingin menyampaikan perjuangan Djuanda dalam format yang lebih dekat dengan generasi muda. Kami percaya bahwa nilai-nilai sejarah tetap relevan dalam membangun karakter bangsa,”ujarnya.

Film ini mengisahkan perjalanan hidup Djuanda Kartawidjaja, mulai dari masa mudanya hingga perannya sebagai deklarator Deklarasi Djuanda (1957), yang memperjelas wilayah kedaulatan laut Indonesia. Berkat deklarasi ini, perairan di antara pulau-pulau Nusantara diakui sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disutradarai oleh Ery Isnanto, film ini menggabungkan sistem produksi konvensional dengan teknologi unreal engine, yang sering digunakan dalam industri film Hollywood, sehingga menghasilkan kualitas visual yang lebih hidup. Musiknya digarap oleh Adhit Jikustik, musisi yang telah berkiprah selama 26 tahun di industri musik Indonesia. Proses produksi film ini telah berlangsung sejak September 2023, dengan beberapa desa binaan BCA menjadi lokasi syuting.

Sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi dan pelestarian sejarah, film ini juga akan dijadikan kurikulum wajib di seluruh sekolah Muhammadiyah. Selain itu, BCA terus berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui berbagai program di bawah pilar Bakti Budaya, termasuk Wayang for Students, Nusantara Academic Writing Award (NAWA), Satu dalam Cita “Sudamala”, dan Gebyar BCA Merah Putih.

Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, menegaskan bahwa film ini memiliki makna penting bagi warga Muhammadiyah dan bangsa Indonesia.

“Djuanda adalah kader Muhammadiyah, seorang guru, dan tokoh bangsa yang berjasa dalam menyatukan wilayah laut Indonesia. Generasi muda perlu memahami sejarah ini sebagai bagian dari identitas nasional,” ujarnya.

Dengan narasi sejarah yang kuat, teknologi produksi yang modern, dan dukungan dari berbagai pihak, Djuanda Pemersatu Laut Indonesia bukan sekadar film hiburan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi nasionalisme bagi generasi muda.

Film ini kini bisa disaksikan oleh masyarakat luas dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kedaulatan maritim Indonesia. (r)

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Loading Next Post...