
Jakarta, Nikiberitabali.com – Desa wisata binaan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Melalui program Desa Bakti BCA, enam desa wisata berhasil meraih penghargaan bergengsi di ajang ASEAN Tourism Awards (ATA) 2025. Salah satu bintang utama tahun ini adalah Desa Wisata Taro dari Bali, yang menyabet penghargaan kategori ASEAN Community-Based Tourism Award.
Sebagai salah satu desa tertua di Bali, Desa Taro menawarkan pengalaman wisata yang tak sekadar jalan-jalan. Desa ini berhasil memadukan tradisi budaya dan kelestarian lingkungan dalam konsep pariwisata berkelanjutan. Pengunjung bisa menikmati trekking melintasi sawah hijau, belajar bertani, hingga mengikuti upacara adat Bali yang penuh makna. Keindahan Desa Taro bukan hanya visual, tetapi juga nilai spiritual yang dirasakan setiap pengunjung.
Selain Desa Taro, lima desa lain yang meraih penghargaan adalah:
1. Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung (Sumatera Barat) – ASEAN Homestay Award. Menawarkan pengalaman menginap di rumah gadang tradisional khas Minangkabau.
2. Desa Wisata Kreatif Terong (Yogyakarta) – ASEAN Community-Based Tourism Award. Tempat belajar seni tradisional, bertani, hingga kerajinan tangan.
3. Desa Wisata Semen (Jawa Timur) – ASEAN Community-Based Tourism Award. Menampilkan kegiatan budaya seperti menganyam bambu dan membuat jamu tradisional.
4. Kampung Wisata Pecinan Glodok (Jakarta) – ASEAN Public Toilet Award
Menonjolkan harmoni budaya Tionghoa-Betawi, lengkap dengan kuliner legendaris.
5. Desa Wisata Hijau Bilebante (NTB) – ASEAN Public Toilet Award. Surga di kaki Gunung Rinjani dengan fasilitas modern dan pemandangan memukau.
Program ini mendukung pengembangan desa wisata lewat pelatihan, promosi, penyediaan fasilitas, hingga literasi keuangan. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti bahwa desa wisata Indonesia punya potensi luar biasa jika didukung secara berkelanjutan.
“Dengan dukungan yang tepat, desa wisata kita bisa jadi destinasi unggulan dunia sekaligus mendorong ekonomi lokal,” ujar Hera.
Desa Taro mengundang wisatawan untuk mengenal sisi autentik Bali lewat tradisi yang tetap dijaga selama ratusan tahun. Salah satu kegiatan populer adalah berinteraksi dengan masyarakat lokal sambil mempelajari seni bertani ramah lingkungan. Trekking menyusuri hutan dan persawahan pun menjadi aktivitas favorit wisatawan.
Kemenangan Desa Taro dan lima desa lainnya di ATA 2025 bukan hanya kebanggaan BCA, tapi juga membawa nama baik Indonesia di kancah pariwisata ASEAN. Dengan kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat, potensi desa wisata Indonesia diharapkan terus bersinar. (jk)