Petugas BPBD dan Tim SAR Gabungan berhasil temukan Gede Satria yang hanyut di Tukad Badung, Sabtu (25/1/2025).

Tragedi Bocah Hanyut di Denpasar: Pengingat Pentingnya Pengawasan Orang Tua

RedaksiPeristiwaSeputar Bali25/01/2025198 Views

Denpasar, Nikiberitabali.com – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia 6 tahun bernama Gede Satria, yang hanyut di Sungai Badung pada Jumat (24/1/2025). Bocah tersebut diduga terpeleset saat membuang ikan lele ke sungai.

Korban ditemukan keesokan harinya, Sabtu (25/01/2025), sejauh 5 km dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Insiden ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka, khususnya saat bermain di area yang berpotensi membahayakan.

Menurut laporan, korban awalnya bermain di sekitar Taman Beji, Denpasar. Diduga korban terpeleset saat hendak membuang ikan lele ke sungai. Tanpa ada saksi mata yang melihat langsung, pihak keluarga baru melaporkan kejadian tersebut pada malam hari, pukul 18.25 WITA.

Tim SAR Gabungan segera melakukan pencarian. Usaha mereka menyisir sungai hingga sejauh 3 km pada malam hari tidak membuahkan hasil. Pada Sabtu pagi, pencarian dilanjutkan. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 07.10 WITA, tersangkut di batu pembatas sungai dalam posisi tertelungkup.

“Keluarga sudah memastikan bahwa korban adalah Gede Satria. Kami berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting untuk masyarakat agar lebih waspada,” ujar Kadek Widya Antara, koordinator tim lapangan.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama saat mereka bermain di luar rumah. Anak-anak cenderung bertindak spontan tanpa menyadari risiko di sekitar mereka. Oleh karena itu, orang dewasa harus memastikan anak bermain dalam lingkungan yang aman.

Tips Mencegah Kecelakaan Anak:

1. Awasi Anak Secara Langsung: Pastikan anak selalu berada dalam pengawasan, terutama di area berbahaya seperti sungai, kolam, atau jalan raya.

2. Ajarkan Keselamatan: Kenalkan anak pada potensi bahaya di lingkungan mereka sejak dini.

3. Gunakan Pengaman: Jika anak bermain di dekat air, pastikan mereka mengenakan pelampung atau alat keselamatan lainnya.

4. Hindari Bermain Sendirian: Anak-anak tidak boleh dibiarkan bermain tanpa teman atau pengawasan orang dewasa.

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, bahkan di aktivitas sehari-hari yang terlihat sederhana. Peristiwa seperti ini mengingatkan kita bahwa pengawasan, edukasi, dan pemahaman risiko adalah kunci utama untuk melindungi anak-anak dari bahaya.

Sebagai orang tua, mari belajar dari tragedi ini. Pastikan anak-anak kita selalu aman di mana pun mereka berada. Jangan biarkan kelalaian kecil berujung pada kehilangan besar. (jk)

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Loading Next Post...