Tanah Longsor di Bali: 8 Korban Jiwa, Suasana Duka Menyelimuti Pulau Dewata

Tanah Longsor di Bali: 9 Korban Jiwa, Suasana Duka Menyelimuti Pulau Dewata

RedaksiSeputar BaliPeristiwa21/01/2025213 Views

Bali, Nikiberitabali.com – Pulau Dewata sedang berduka. Dua kejadian tanah longsor di Bali, tepatnya di Kabupaten Klungkung dan Kota Denpasar, menelan delapan korban jiwa dalam dua hari terakhir, Minggu (19/01/2025) dan Senin (20/01/2025). Peristiwa tragis ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Tragedi di Klungkung: Pondok Tertimpa Bebatuan Besar

Tanah longsor pertama terjadi di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung pada Minggu (19/01/2025) pukul 18.00 WITA. Pondok tempat tinggal warga hancur tertimpa bebatuan besar. Empat orang meninggal dunia dan empat lainnya terluka parah.

Tim gabungan dari BPBD Klungkung, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat bahu-membahu mencari korban. Namun, cuaca buruk dan medan curam membuat pencarian harus dihentikan sementara. Pagi ini, pencarian dilanjutkan dan menemukan korban yang sebelumnya hilang, menambah jumlah korban meninggal menjadi empat orang.

Tragedi di Denpasar: Tebing Longsor Hancurkan Rumah Warga

Peristiwa kedua terjadi di Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara pada Senin (20/01/2025) pukul 07.00 WITA. Tebing longsor menghantam lima rumah warga, menewaskan lima orang dan tiga lainnya terluka. Para korban luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Surya Usadha untuk mendapatkan perawatan.

Melihat rumah-rumah yang rata dengan tanah dan mendengar tangisan keluarga korban sungguh memilukan.

Hujan deras disertai petir masih mengancam sebagian besar wilayah Bali. Potensi banjir dan longsor pun meningkat. BNPB mengingatkan warga, terutama yang tinggal di daerah rawan seperti lereng tebing atau bantaran sungai, untuk segera mengungsi jika hujan deras turun lebih dari dua jam.

Pemerintah daerah dan masyarakat juga diminta melakukan monitoring rutin terhadap aliran sungai, saluran air, serta kondisi tebing dan tanggul. Jika ditemukan retakan, tindakan cepat harus dilakukan demi keselamatan bersama.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja. Doa dan solidaritas kita semua sangat berarti untuk keluarga korban. Semoga mereka diberi kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini. Jangan lupa untuk selalu update informasi cuaca dari pihak terkait, demi mencegah bencana serupa di masa mendatang. (jk)

1 Votes: 1 Upvotes, 0 Downvotes (1 Points)

Loading Next Post...