Sekaa Gong Suara Santi Giri - Wongaya Kaja, Penebel, salah satu peserta Lomba Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025.

Tabanan Tegaskan Peran Perempuan dalam Pelestarian Seni

RedaksiBudayaSeputar Bali19/10/2025145 Views

TABANAN, Nikiberitabali.com – Seni gong kebyar yang menjadi kebanggaan budaya Bali kembali menggema di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan, Sabtu (18/10). Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, secara resmi membuka Pagelaran Kesenian Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi para seniman perempuan untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan semangat pelestarian budaya di tengah era modernisasi.

Acara ini dihadiri jajaran Forkopimda Tabanan, Ketua GOW, Wakil Ketua DPRD, Sekda, para asisten dan pimpinan OPD, serta perwakilan instansi vertikal dan BUMD. Suasana gedung kesenian malam itu penuh semangat, ketika sepuluh Sekaa Gong Wanita dari seluruh kecamatan tampil memukau di hadapan penonton. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Tabanan Era Baru yang mengedepankan pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Menariknya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya tak hanya membuka lomba, tetapi juga ikut menabuh Tabuh Lelambatan Galang Bulan bersama Sekaa Gong Istri II Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan. Aksi panggungnya yang energik dan penuh pesona disambut riuh tepuk tangan penonton, menambah semarak malam kesenian perempuan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keikutsertaan perempuan dalam dunia kesenian. “Para wanita hendaknya tidak boleh kalah untuk menabuh, karena untuk mengajegkan kesenian, para wanita juga harus ambil bagian,” ujarnya.

Lomba gong kebyar wanita ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Tabanan. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Ketua TP PKK atas ide cemerlang dan konsistensi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Para duta wanita dari seluruh kecamatan tampil membanggakan. Ini bukti bahwa perempuan Tabanan tidak kalah saing dengan kabupaten lain,” ujarnya.

Dari hasil penilaian dewan juri dengan tiga indikator utama—teknik, keharmonisan, dan kreativitas—Sekaa Gong Istri Kesari Mesari 108 dari Desa Dajan Peken keluar sebagai Juara Pertama dengan total nilai 825. Juara Kedua diraih Sekaa Gong Wanita Banua Budaya dari Desa Bantiran (797), dan Juara Ketiga diraih Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja Desa Bajera (775). Ny. Rai Wahyuni menyatakan rasa bangganya atas peningkatan kualitas para peserta dari tahun ke tahun, dan berharap lomba ini terus menjadi ruang bagi perempuan dan generasi muda untuk mengajegkan seni budaya Tabanan. (jk)

Loading Next Post...