CEO PICA FEST, Ida Bagus Agung Brahmadiguna (kiri) atau Gus Tolet bersama tim saat konferensi pers PICA FEST 2025 di Denpasar, Kamis (17/7/2025).

PICA FEST 2025 Tawarkan Pengalaman Festival Zero Waste

RedaksiEkBisSeputar Bali17/07/2025201 Views

DENPASAR, Nikiberitabali.com — PICA FEST 2025 berkomitmen penuh untuk menjadi festival musik dan seni yang ramah lingkungan dengan menerapkan konsep Zero Waste. Dalam gelaran ke-9 yang akan berlangsung pada 24-27 Juli 2025 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, PICA FEST tak hanya menyuguhkan hiburan musik dan budaya, tapi juga membawa misi besar dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

CEO PICA FEST, Ida Bagus Agung Brahmadiguna atau akrab disapa Gus Tolet, menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi perhatian utama di festival tahun ini. “Kami sadar betul bahwa festival selalu berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Oleh karena itu, kami ingin menunjukkan bahwa festival bisa berjalan beriringan dengan komitmen menjaga lingkungan,” ujarnya saat konferensi pers di Denpasar, Kamis (17/7/2025).

Salah satu langkah konkret yang diterapkan adalah larangan membawa botol plastik air mineral sekali pakai ke dalam area festival. Aturan ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, yang telah melarang penggunaan kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik di Bali. Peraturan tersebut kini juga diperluas dengan kampanye pengurangan botol plastik air mineral sekali pakai, yang banyak menjadi sumber sampah di tempat umum dan event-event besar.

Untuk mendukung langkah ini, pengunjung PICA FEST diwajibkan membawa tumbler kosong yang dapat diisi ulang di water station yang telah disediakan di dalam area festival. Selain itu, seluruh tenant makanan dan minuman diwajibkan memilah dan mengolah sampah mereka masing-masing.

“Kami mengalami dilema saat menetapkan aturan ini, terutama terkait keamanan pengunjung jika membawa tumbler berbahan keras. Namun, semua itu bisa diantisipasi dengan pengawasan dan edukasi,” tambah Gus Tolet.

Tak hanya berhenti di situ, sisa makanan dari festival akan dimanfaatkan sebagai pakan bagi peternakan babi di Bali. Sementara itu, pengelolaan sampah organik akan dikelola bersama komunitas Bersih-Bersih Bali, PPLH Bali, dan Yayasan Tegeh Sari. Sedangkan sampah anorganik dan residu akan ditangani oleh ACS Bali, bekerja sama dengan Pesona Plastik dan Daur Ulang.

Untuk memastikan kebersihan tetap terjaga, PICA FEST menyiapkan lebih dari 300 petugas kebersihan selama festival berlangsung. Bahkan, khusus tahun ini Pica Fest membentuk unit khusus bertajuk PICA Waste Department sebagai gerakan pengelolaan sampah mandiri selama festival.

“Kami ingin PICA FEST menjadi percontohan bahwa event musik tak selalu identik dengan sampah menumpuk. Kami ingin menginspirasi festival lain untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Gus Tolet.

PICA FEST 2025 yang menjadi bagian agenda nasional di Provinsi Bali ini akan dimeriahkan oleh lebih dari 100 musisi, mulai dari Hindia, Feast, Tipe X, Superman is Dead, Yura Yunita, Kangen Band, hingga seniman dan musisi lokal Bali. Tahun ini, festival juga menggandeng Bank BPD Bali sebagai sponsor utama, sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung lewat kolaborasi budaya seperti pertunjukan Genjek, Liku, Rindik, hingga Joged Bumbung.

Selain itu, berbagai komunitas kreatif seperti komunitas tattoo, lari, e-sport, otomotif, hingga UMKM Bali di bidang F&B turut meramaikan festival. Festival kreatif arak “Arakultura” yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali juga akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

“Pengolahan sampah, khususnya plastik, memang sulit dan mahal. Tapi kami yakin dengan kolaborasi berbagai pihak, gerakan ini akan berdampak besar. Harapannya, PICA FEST bisa menjadi inspirasi bagi penyelenggara event lain untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan,” tutup Gus Tolet.

PICA FEST 2025 bukan sekadar pesta musik, tapi juga wujud nyata komitmen generasi muda Bali dalam menjaga bumi lewat festival yang lebih berkelanjutan. (jk)

Loading Next Post...