
Bali, Nikiberitabali.com – Nuanu Creative City, kawasan kreatif seluas 44 hektare di pesisir barat daya Bali, menargetkan kunjungan lebih dari 3 juta wisatawan pada tahun 2025. Dengan konsep yang menggabungkan seni, kebugaran, teknologi, dan alam, Nuanu menghadirkan berbagai atraksi dan aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman unik bagi pengunjung.
CEO Nuanu, Lev Kroll, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi momen penting bagi Nuanu dalam mengembangkan ekosistem pariwisata berkelanjutan. “Kami menghadirkan lebih dari 30 proyek kreatif sepanjang tahun ini, termasuk festival musik, konferensi, serta pameran seni skala internasional. Untuk meningkatkan pengalaman wisata, kami juga mulai menerapkan tiket masuk dan paket harian yang telah dikurasi,” ujarnya.
[idr]
Nuanu menawarkan berbagai pengalaman yang menggabungkan budaya, inovasi, dan alam. Pada Januari 2025, beberapa proyek baru yang diluncurkan meliputi:
• The Red Tent, ruang khusus perempuan yang mendorong kreativitas, persaudaraan, dan pertukaran budaya.
• Sol Studio, sanggar tari yang menggabungkan elemen tari kontemporer dan modern.
• Cultural Village, pusat pelestarian budaya Bali melalui pertunjukan seni tradisional, sesi makan bersama, dan lokakarya.
[idr]
Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas dan aktivitas, di antaranya:
• Yoga pagi bersama instruktur profesional.
• Magic Garden, taman seluas 3.600 m² dengan pelepasan kupu-kupu.
• Pacha Alpaca, area interaksi dengan alpaka.
• Art Village, pusat lokakarya seni dan kerajinan tradisional Bali.
• Lumeira, sauna kubah berbahan bakar kayu terbesar di dunia.
• Aurora Media Park, taman multimedia interaktif pertama di Bali.
• Labyrinth Art Gallery dan The DOME, yang menyajikan pameran seni serta pertunjukan proyeksi 360°.
[idr]
Untuk melengkapi pengalaman wisata, Nuanu juga menghadirkan berbagai pilihan kuliner, termasuk Luna Beach Club, Bonjuk, Oshom Bali, dan Pasar Nusantara.
Dengan berbagai atraksi yang mengedepankan seni, budaya, dan inovasi, Nuanu menjadi salah satu destinasi unggulan di Bali pada 2025. Pemerintah daerah dan pelaku pariwisata berharap kawasan ini dapat memberikan dampak positif bagi industri kreatif dan lingkungan sekitar.
“Kami ingin Nuanu menjadi tempat yang menginspirasi, di mana seni, teknologi, dan alam berpadu menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung,” tutup Kroll. (jk)