
TABANAN, Nikiberitabali.com— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Singasana ke-532 yang akan berlangsung sepanjang November 2025 bakal jadi panggung besar bagi anak muda dan komunitas kreatif Tabanan. Tak sekadar perayaan, momentum ini juga diproyeksikan mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat dengan perputaran uang mencapai Rp20 miliarselama sebulan pelaksanaan.
Lebih dari 17 komunitas aktif dari berbagai bidang — mulai dari seni, musik, olahraga ekstrem hingga otomotif — sudah menyatakan siap ikut ambil bagian. Mereka bukan hanya tampil, tetapi juga menjadi motor penggerak berbagai kegiatan yang menyebar ke sejumlah titik strategis di Kabupaten Tabanan.
Panggung Kreatif untuk Generasi Muda
Ketua Panitia HUT Kota Singasana ke-532, I Gusti Made Darma Ariantha, yang juga Kepala BRIDA Tabanan, menjelaskan bahwa rangkaian acara tahun ini dirancang berbasis riset aspirasi masyarakat dan generasi muda. Panitia bekerja sama dengan salah satu universitas di Bali untuk menyusun program yang benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.
“Hasil riset menunjukkan anak muda Tabanan butuh ruang ekspresif dan produktif. Jadi kami desain acara ini bukan sekadar hiburan, tapi wadah berkreasi dan berdampak ekonomi,” ujarnya.
Beberapa kegiatan yang bakal menyedot perhatian publik antara lain Turnamen Skate Park Kediri tingkat Bali, balap motor di Pantai Pasut Kerambitan, dan sarasehan petani muda milenial untuk membangkitkan semangat regenerasi sektor pertanian.
Kehadiran komunitas skateboard, musisi lokal, komunitas otomotif, dan petani muda ini diharapkan menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan untuk datang, berinteraksi, serta berbelanja produk UMKM lokal.
Sinergi Ekonomi dan Sosial
Selain sektor kreatif, ratusan pelaku UMKM dan IKM juga akan ikut serta dalam perayaan ini. Pemerintah Kabupaten Tabanan memperluas cakupan lokasi kegiatan hingga ke Pantai Pasut Kerambitan dan Pantai Kedungu Kediri agar manfaat ekonomi lebih merata dirasakan masyarakat.
Sekda Tabanan Dr. I Gede Susila menegaskan bahwa HUT Kota Singasana bukanlah pesta hura-hura, tetapi gerakan bersama. “Selain menggerakkan ekonomi, kami ingin momentum ini juga menghadirkan nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Karena itu, aksi sosial juga kami selipkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat kecil,” jelasnya.
ASN juga dilibatkan dalam aksi sosial seperti pengecatan trotoar dan kegiatan kebersihan lingkungan sebagai bentuk gotong royong.
Dari Tiga Hari ke Sebulan Penuh
Tahun lalu, HUT Kota Singasana 2024 yang hanya berlangsung tiga hari mencatat perputaran uang sekitar Rp750 juta per hari dari 69 pelaku UMKM, meskipun diguyur hujan. Tahun ini, dengan skala kegiatan yang jauh lebih luas dan waktu pelaksanaan sebulan penuh, panitia optimistis perputaran uang di masyarakat bisa menembus Rp20 miliar.
Gerakan Bersama Menuju Era Baru
Dengan mengusung tema “Mule Jayaning Singasana Menuju Tabanan Era Baru”, perayaan tahun ini menjadi wadah sinergi antara ekonomi rakyat, kreativitas anak muda, dan partisipasi komunitas. Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap perayaan ini bukan hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga gerakan nyata membangun daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing. (jk)