
DENPASAR, Nikiberitabali.com — Bali Tourism Awards (BTA) 2026 kembali memberikan apresiasi kepada tokoh, pemimpin hospitality, hotel, resort, villa, perusahaan hingga institusi yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan industri pariwisata Bali. Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan, BTA 2026 mengusung tema “Eleven Years of Excellence, Inspiring the Future” dan digelar di Bali Beach Convention Center, The Sanur Special Economic Zone for Health & Wellness, Senin (14/9/2026).
Sebanyak 38 penghargaan diberikan dalam ajang tersebut, terdiri atas 13 penghargaan kategori personal dan hospitality leaders, 14 penghargaan hotel, resort dan villa, serta 11 penghargaan company dan institution. Penghargaan personal mencakup berbagai bidang, di antaranya religious tourism, cultural tourism, tourism business development, governance, sport tourism, tourism safety and security, women leadership, hospitality heritage, cultural heritage, community-based tourism, sustainable tourism dan hospitality education.
Sejumlah tokoh yang menerima penghargaan antara lain Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Gubernur Bali Dr. I Wayan Koster, M.M., serta Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E., M.M. Dalam sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya, Koster menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata Bali harus mengedepankan kualitas dan keberlanjutan.
“Pariwisata Bali ke depan harus terus bergerak menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Kemajuan industri pariwisata tidak hanya dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga budaya Bali, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta memastikan Bali tetap menjadi destinasi dunia yang memiliki karakter dan nilai luhur,” ujar Koster.
Board of Advisor Bali Tourism Awards, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tantangan industri pariwisata ke depan. “Pariwisata Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, namun tantangan ke depan membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, industri, dunia pendidikan, komunitas dan masyarakat,” kata Sandiaga. Ia berharap apresiasi tersebut dapat mendorong pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi serta memberikan dampak ekonomi dengan tetap menjaga budaya dan lingkungan.
Sementara itu, President ITTA Foundation Panca R. Sarungu mengatakan perjalanan 11 tahun BTA bukan sekadar perayaan, tetapi bagian dari upaya menjaga standar keunggulan pariwisata Bali. “Eleven Years of Excellence bukan hanya tentang sebelas tahun perjalanan Bali Tourism Awards, tetapi tentang bagaimana kita terus menjaga standar excellence dan menjadikannya inspirasi untuk masa depan,” ujarnya. Ia menegaskan penghargaan tersebut harus menjadi tanggung jawab baru bagi para penerima untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sumber daya manusia dan mendorong pariwisata Bali yang semakin berkelanjutan. (nw)