Navicula

“Berburu Penyihir”, Single Baru Navicula Soroti Bahaya Manipulasi Opini

RedaksiSeputar BaliHiburan21/08/202655 Views

DENPASAR, Nikiberitabali.com – Grup musik asal Bali, Navicula, bersiap merilis album ke-11 bertajuk Berburu Penyihir. Album yang menjadi kelanjutan perjalanan bermusik mereka sejak Self Portrait (1998) ini diawali dengan perilisan single perdana berjudul sama. Karya terbaru tersebut kembali membawa karakter Navicula yang dikenal kritis dalam mengangkat isu lingkungan, sosial, fenomena aktual, hingga perenungan mengenai fase hidup dan nilai-nilai kehidupan.

Gede Robi (vokal, gitar) mengatakan Berburu Penyihir merupakan karya yang tetap mempertahankan akar musik alternatif rock dan grunge Navicula, namun dikemas dengan warna yang lebih eklektik. “Tiap personel memiliki latar belakang dan selera musik yang berbeda-beda, sehingga perpaduan tersebut menghasilkan warna musik khas Navicula yang crossover, eksploratif, versatile dan eklektik,” ujarnya.

Proses rekaman album dilakukan sepanjang Februari hingga Maret 2026 di Blacksand Studio, Canggu, Bali. Navicula memilih metode rekaman secara live dengan seluruh personel bermain bersama dalam satu ruangan, tanpa metronome, serta menggunakan konsol analog Studer era 1980-an. Setelah rekaman utama, sejumlah overdub dilakukan untuk memperkuat vokal, tekstur, dan instrumen tambahan sehingga karakter suara tetap terasa natural sekaligus klasik.

Secara khusus, single Berburu Penyihir terinspirasi sejarah perburuan penyihir di Eropa pada abad ke-15 hingga ke-18 yang menewaskan puluhan ribu orang. Menurut Navicula, tragedi tersebut menjadi refleksi terhadap fenomena masa kini ketika seseorang dapat menjadi sasaran penghakiman hanya berdasarkan asumsi, penggiringan opini, kepentingan politik, maupun informasi yang telah dimanipulasi.

Gede Robi menilai fenomena tersebut memiliki kemiripan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama ketika kelompok kritis, intelektual, aktivis, dan masyarakat sipil berhadapan dengan propaganda, astroturfing, serangan pribadi, cyberbullying, hingga framing informasi yang bias. “Lagu ini bercerita tentang betapa mudahnya mayoritas masyarakat yang berwawasan sempit tergiring atau terjebak dalam kekacauan informasi, sehingga menjauh dari pokok masalah dan solusi prioritas yang sebenarnya,” kata Robi.

Dari sisi musikal, Berburu Penyihir menghadirkan kembali nuansa psychedelic rock dan musik tradisional India yang pernah mewarnai karya Navicula pada era Alkemis (2005) dan Beautiful Rebel (2006). Lagu dibuka dengan bagian panjang yang tenang dan meditatif, berkembang melalui jamming spontan, kemudian meledak lewat riff dan beat bertenaga dengan chorus repetitif. Di bagian akhir, solo gitar, tempo klimaks, serta tambahan perkusi djembe memperkuat aura tribal. “Semoga lagu ini bisa menyihir semua pendengar seperti saat kami pertama kali mendengarkannya di studio,” ujar Robi. (j)

Loading Next Post...