
DENPASAR, Nikiberitabali.com – COCO Group menggelar COCO FAIR 2026di Living World Denpasar, 24–30 Agustus 2026. Festival yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-26 COCO Group ini tidak hanya menghadirkan retail, hiburan, dan kreativitas digital, tetapi juga menjadikan UMKM Bali sebagai salah satu highlight utama. Melalui ajang ini, COCO Group ingin mengajak masyarakat mengenal, mendukung, dan membeli lebih banyak produk karya pelaku usaha lokal Bali.
Mengusung konsep “The R3 Formula: Rhythm, Reels, Retail”, COCO FAIR 2026 memadukan musik dan hiburan, kreativitas konten digital, serta pengalaman berbelanja. Kehadiran UMKM Bali menjadi bagian penting dari konsep tersebut, dengan memberikan ruang bagi produk lokal untuk tampil lebih dekat dengan konsumen sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan jaringan bisnis COCO Group.
Owner COCO Group, Ni Ketut Siti Maryati, saat jumpa wartawan di Living World Denpasar, Senin (24/08/2026), mengatakan COCO FAIR diharapkan memberikan manfaat bagi seluruh partner, khususnya pelaku UMKM Bali. Dalam kesempatan tersebut, Ni Ketut Siti Maryati hadir didampingi sang suami, I Nengah Natyanta. “Melalui COCO FAIR ini, mudah-mudahan acara ini bisa bermanfaat untuk seluruh partner kita yang ada. Karena dalam hal ini kita memiliki kerja sama hampir seribu supplier,” ujarnya.
Menurut Ni Ketut Siti Maryati, dari hampir 1.000 supplier yang bekerja sama dengan COCO Group saat ini sekitar 20 persen merupakan UMKM. Angka tersebut, kata dia, masih akan terus didorong agar semakin banyak produk lokal Bali yang dapat masuk dan berkembang melalui jaringan COCO Group. “Sampai sekarang kita bekerja sama dengan seribu supplier dan saat ini 20 persen itu terdiri dari UMKM. Tapi target kami, UMKM itu sampai 40 persen. Ya, itu UMKM Bali,” katanya.
Karena itu, COCO Group membuka peluang bagi pelaku UMKM Bali yang hingga kini belum mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari jaringan usahanya. “Semoga teman-teman UMKM yang belum mendapatkan ruang atau belum bekerja sama dengan kami, kita bisa call up ke depan,” ungkapnya. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang dapat memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada konsumen melalui jaringan COCO Group.
Bagi Ni Ketut Siti Maryati, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari kontribusi COCO Group sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Bali. “Saya sebagai pebisnis Bali juga ikut membangun teman-teman pebisnis Bali dan memberikan ruang kepada mereka. Biar mereka bisa menjual produk-produk mereka, ya tentunya kita juga bekerja sama secara profesional,” tuturnya.
Ia berharap pertumbuhan COCO Group dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha lokal. “Saya harap dengan COCO Group ini bertumbuh, terus bertumbuh dan bekerja sama dengan banyak pebisnis Bali, terutama UMKM Bali. Ini adalah kontribusi positif kami di COCO Group untuk Bali,” tegasnya.
Selain menghadirkan ruang bagi UMKM, COCO FAIR 2026 juga menjadi momentum peluncuran COCO Club, program membership digital dengan berbagai keuntungan, termasuk diskon eksklusif, penawaran khusus, dan Flash Sale. Selama 26 tahun, COCO Group telah berkembang menjadi ekosistem usaha yang mencakup retail, hospitality, food and beverage, bakery, dan lifestyle, dengan jaringan usaha di Bali, delapan outlet di Gili Trawangan termasuk hotel dan restoran, serta lima toko di kawasan IKN, Kalimantan. Melalui COCO FAIR 2026, masyarakat dan wisatawan diajak tidak sekadar berbelanja, tetapi juga mengenal, menikmati, dan ikut menggerakkan produk UMKM Bali sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi lokal. (jk)