Tim dosen Universitas Mahendradatta bersama masyarakat Desa Suana, Nusa Penida, saat pelaksanaan program hilirisasi rumput laut sebagai pengembangan daya tarik wisata, yang didukung hibah Pengabdian Kemendiktisaintek, pada 28 September 2025.

Universitas Mahendradatta Angkat Potensi Rumput Laut Jadi Daya Tarik Wisata Nusa Penida

RedaksiSeputar BaliPendidikan03/10/2025120 Views

DENPASAR, Nikiberitabali.com — Nusa Penida bukan cuma punya pantai indah dan tebing-tebing menakjubkan. Pulau ini juga menyimpan potensi besar dari lautnya — rumput laut. Sayangnya, pesona itu sempat meredup seiring pesatnya perkembangan pariwisata.

Melihat kondisi ini, Universitas Mahendradatta turun tangan. Melalui program pengabdian masyarakat yang didukung dana hibah Kemendiktisaintek, tim dosen lintas fakultas kampus ini mengajak petani setempat untuk menghidupkan kembali kejayaan rumput laut, kali ini dengan sentuhan inovasi dan wisata berkelanjutan.

Bantu Petani dari Hulu ke Hilir

Program bertajuk “Hilirisasi Rumput Laut sebagai Pengembangan Daya Tarik Wisata di Nusa Penida” menyasar Kelompok Tani Rumput Laut Sarining Segara di Desa Suana, melalui Program Hibah Pengabdian Kemendiktisaintek Skena Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun Pendanaan 2025. Tim yang diketuai I Made Juniastra, ST., MT., bersama I Kadek Donny Wishanesta, SE., M.Si., dan Dr. Deli Bunga Saravistha, SH., MH., turun langsung ke lapangan, Minggu (21/09/2025) lalu.

Mereka memberikan bibit unggul, mesin press, dan kemasan modern untuk meningkatkan kualitas produk olahan seperti kerupuk rumput laut. Tak berhenti di situ, desain logo dan branding produk juga dipercantik, lalu dilanjutkan dengan pelatihan digital marketing supaya produk petani bisa tampil keren dan laku di pasar wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Pendekatannya partisipatif. Jadi bukan sekadar kasih alat, tapi juga bangun kesadaran lingkungan dan pentingnya perlindungan hukum lewat pendaftaran merek dagang,” jelas I Made Juniastra.

Rumput Laut, Pariwisata, dan Ekonomi Biru

Konsep yang diusung tim Mahendradatta sejalan dengan blue economy dan Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini membuka peluang kerja yang layak, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus menjaga kesehatan lingkungan laut.

Dampaknya sudah mulai terasa. Produk petani kini tampil lebih menarik, kemasan lebih modern, dan kesadaran menjaga pesisir pun meningkat. “Menjaga kebersihan laut itu bukan cuma urusan hari ini, tapi warisan untuk generasi selanjutnya,” tegas Donny Wishanesta.

Dari Produk Lokal ke Wisata Edukasi

Pendaftaran merek dagang kini makin mudah lewat sistem online, dan ini dimanfaatkan petani untuk melindungi produk mereka. Ke depan, tim Mahendradatta menargetkan pengembangan produk turunan seperti minuman kesehatan dan kosmetik berbahan rumput laut.

Yang tak kalah menarik, rencananya akan ada wisata edukasi, di mana wisatawan bisa ikut menanam dan mengolah rumput laut secara langsung. Bayangkan: liburan sambil belajar, hasilnya bisa dibawa pulang!

“Kami ingin petani rumput laut jadi bagian penting dari pariwisata berkelanjutan. Rumput laut bisa jadi identitas khas Nusa Penida yang membanggakan,” tutup Dr. Deli Bunga Saravistha. (r)

Loading Next Post...