
Jakarta, Nikiberitabali.com – Standard Chartered baru saja mengadakan acara Global Research Briefing (GRB) untuk semester pertama 2025. Dalam acara ini, mereka memberi bocoran soal prediksi ekonomi global dan domestik dari laporan Global Focus – Economic Outlook 2025. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, juga ikut membuka acara ini, Selasa (21/01/2025).
Menurut Aldian Taloputra, Senior Economist Standard Chartered Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap stabil di angka 5% tahun 2025, sedikit turun dari prediksi sebelumnya 5,1%. Faktor utamanya adalah ketergantungan Indonesia yang lebih besar pada permintaan domestik, yang bikin dampak dari konflik dagang AS-China jadi terbatas. Konsumsi rumah tangga diperkirakan naik 4,9%, didukung inflasi rendah (2,4%), belanja sosial pemerintah, dan pasar kerja yang makin solid.
Bank Indonesia (BI) diproyeksikan bakal potong suku bunga 50 basis poin di paruh kedua 2025, tergantung stabilitas nilai tukar rupiah dan kebijakan The Fed. Sementara itu, pemerintah bakal lanjut fokus pada proyek infrastruktur, tapi lebih mengutamakan sektor pangan, energi, dan perumahan sesuai visi Presiden Prabowo.
Investasi asing langsung (FDI) juga jadi andalan untuk mendukung teknologi dan kapasitas industri pengolahan domestik. Dengan ruang fiskal yang terbatas, pemerintah bakal gandeng sektor swasta lebih banyak untuk menggenjot pembangunan.
Di level regional, ekonomi negara-negara ASEAN diprediksi agak melambat, terutama yang bergantung pada ekspor seperti Singapura dan Vietnam. Tapi Indonesia, dengan pasar domestik yang kuat, dinilai lebih tahan terhadap guncangan eksternal.
Rino Donosepoetro, Cluster CEO Standard Chartered Indonesia, bilang, “Kita tetap optimis. Konsumsi domestik yang kuat dan proyek infrastruktur pemerintah terus mendukung ekonomi kita di tengah tantangan global. Fundamental positif ini bikin Indonesia jadi tujuan menarik buat investasi jangka panjang.”
Menko Agus Harimurti Yudhoyono optimis dengan target pertumbuhan ekonomi 8% dalam beberapa tahun ke depan. Fokusnya ada di industrialisasi, hilirisasi, dan kemandirian di sektor pangan, energi, dan logistik. Dengan investasi strategis di transportasi antarmoda seperti pelabuhan, bandara, dan jalan tol, Indonesia ingin jadi pusat logistik kompetitif di Asia Tenggara. (jk)