Bupati Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak Karya Melaspas Ageng di Pura Luhur Puseh Dasar, Desa Adat Senganan Kanginan, Penebel, Kabupaten Tabanan, Selasa (14/1).

Bupati Badung Dukung Pelestarian Adat, Hibah Rp 3,2 Miliar untuk Karya Melaspas di Senganan Kanginan

RedaksiBudayaSeputar Bali16/01/2025236 Views

Tabanan (Nikiberitabali.com) – Puncak Karya Melaspas Ageng di Pura Luhur Puseh Dasar Desa Adat Senganan Kanginan, Penebel, Kabupaten Tabanan, dihadiri langsung oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, Selasa (14/1). Nggak cuma sekadar hadir, Bupati juga bawa bantuan nyata untuk mendukung pelestarian adat dan budaya Bali.

Upacara ini melibatkan banyak agenda keren, dari melaspas Bale Paruman Ida Bhatara, Bale Gong, Candi Bentar, Apit Surang, sampai Balai Wantilan. Semua bangunan baru ini dibangun dengan dukungan hibah fisik Rp 3,2 miliar dari Pemkab Badung lewat Anggaran Induk 2024. Mantap banget kan?

Bukan cuma soal anggaran besar, Bupati Giri Prasta juga kasih punia pribadi Rp 15 juta buat mendukung acara, plus Rp 5 juta buat penari pendet dan Rp 5 juta lagi buat Sekaa Baleganjur. Bener-bener all out!

Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta kasih kredit besar buat masyarakat Desa Senganan Kanginan yang kompak banget ngejalanin acara besar ini. Menurut beliau, gotong royongadalah budaya Bali yang harus terus dijaga.

“Semangat kebersamaan kayak gini bikin saya bangga. Kita nggak cuma bangun fasilitas fisik, tapi juga legacy buat generasi mendatang. Fasilitas ini nanti bakal bantu masyarakat fokus ngembangin ekonomi mereka,” kata Bupati Giri Prasta.

Bupati juga tekanin pentingnya kerja bareng lintas kabupaten. Hibah dari Badung ke Tabanan ini bukan sekadar angka, tapi bukti nyata kolaborasi buat pelestarian budaya.

“Pembangunan fisik itu penting, tapi harus bareng dengan pembangunan spiritual. Harapannya, fasilitas yang dibangun ini dirawat sama-sama supaya manfaatnya maksimal,”lanjutnya.

Bupati Giri Prasta tutup sambutannya dengan pesan penuh makna. Karya Melaspas Ageng ini diharapkan bikin hubungan antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa makin harmonis.

“Semoga karya ini jadi momen memperkuat persatuan. Kalau kita kompak, perjuangan setengah berhasil. Kalau nggak, setengah perjuangan bisa gagal. Ayo terus jaga budaya dan semangat gotong royong kita,” pungkasnya.

1 Votes: 1 Upvotes, 0 Downvotes (1 Points)

Loading Next Post...