Seorang pendaki Gunung Batukaru memperlihatkan luka bekas gigitan anjing yang telah mendapat perawatan awal sebelum menjalani vaksinasi rabies di fasilitas kesehatan terdekat. (Dok. Dinkes Tabanan)

Dinkes Tabanan Pastikan Penanganan Penuh Korban Gigitan Anjing Positif Rabies di Batukaru

RedaksiSeputar BaliKesehatan25/09/202589 Views

TABANAN, Nikiberitabali.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabanan bergerak cepat menangani 15 pendaki Gunung Batukaru yang menjadi korban gigitan anjing positif rabies. Langkah ini diambil setelah hasil uji laboratorium terhadap sampel otak anjing dinyatakan positif rabies oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, S.Ked., M.M., menegaskan pihaknya bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang tepat. “Kami pastikan semua korban gigitan anjing di Batukaru telah dan akan mendapatkan vaksinasi rabies sesuai prosedur, termasuk tindak lanjut hingga dosis lengkap. Pemantauan kesehatan korban terus kami lakukan secara ketat,” ujarnya, Rabu (24/9).

Para korban saat ini menerima Vaksin Anti Rabies (VAR) lengkap sebanyak empat dosis dengan pemantauan kesehatan berkala untuk mendeteksi kemungkinan munculnya gejala rabies. Vaksinasi lanjutan VAR II dan VAR III dilakukan melalui koordinasi Puskesmas Pupuan I, sebelum diarahkan ke puskesmas rabies center terdekat dengan membawa kartu kontrol VAR.

Selain menangani korban, Dinkes Tabanan juga menggencarkan sosialisasi bersama Forum Perbekel Kabupaten Tabanan agar masyarakat memahami tatalaksana yang benar dalam menghadapi gigitan hewan penular rabies. Koordinasi diperluas dengan Dinkes Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, dan Dinkes Provinsi Bali untuk melacak korban yang mungkin dirawat di luar wilayah Tabanan serta memastikan ketersediaan VAR dan Serum Anti Rabies (SAR).

Hingga saat ini, stok vaksin di Kabupaten Tabanan dinyatakan aman, yaitu 2.765 vial/dosis VAR dan 30 vial SAR yang tersebar di puskesmas rabies center, RSUD Tabanan, dan RSUD Singasana. “Stok VAR dan SAR di Kabupaten Tabanan dalam keadaan aman dan mencukupi. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada. Jika ada kasus gigitan hewan penular rabies, segera lakukan pencucian luka yang benar dan datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi,” tegas Surya Wira Andi.

Upaya cepat Dinkes Tabanan ini diharapkan dapat memutus potensi penyebaran rabies dan memastikan keselamatan para korban serta masyarakat secara luas. (r)

Loading Next Post...