Para penari Sekaa Janger Samar Gantang Banjar Sindu Kelod membawakan garapan “Pamarisuda” dalam Parade Janger Tradisi PKB XLVII di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Denpasar, Minggu (13/7/2025). Sumber foto: JK

Sekaa Janger Samar Gantang Sindu Kelod Ajak Rawat Laut, Rawat Warisan

RedaksiSeputar BaliBudaya14/07/2025162 Views

DENPASAR, Nikiberitabali.com  – Sekaa Janger “Samar Gantang” Banjar Sindu Kelod, Desa Adat Intaran, Denpasar Selatan, tampil memukau dalam Utsawa Parade Janger Tradisi Duta Kota Denpasar di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025. Bertempat di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Minggu (13/7/2025), kelompok seni ini menghadirkan garapan bertajuk “Pamarisuda”, yang menyuguhkan kolaborasi apik antara seni, tradisi, dan nilai spiritual.

“Pamarisuda” yang berarti penyucian — baik terhadap diri (buana alit) maupun alam semesta (buana agung) — menjadi pesan utama dalam pertunjukan tersebut. Menurut Koordinator Sekaa Janger, I Nyoman Wirya Malyambara, garapan ini bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi ritual spiritual yang dipercaya mampu meredam potensi bencana alam dan wabah penyakit. “Konsep Pamarisuda kami tuangkan melalui tradisi Janger Sandar yang memang menjadi kekayaan budaya Sindu Kelod. Ini bukan hanya seni, melainkan persembahan spiritual sakral,” ujarnya.

Dalam pementasan, kombinasi gerak tari, vokal, serta alunan gamelan Gong Suling berhasil menyihir penonton. Elemen Barong Landung yang dimunculkan menambah kekuatan simbolik ritual penyucian, sebagai bentuk pengusiran energi negatif dan pelestarian keseimbangan desa. Garapan ini juga selaras dengan tema besar PKB XLVII yakni “Jagat Kerthi: Loka Hita Samadaya – Harmoni Semesta Raya”, menunjukkan integrasi antara tradisi lokal dan visi festival.

Para yowana Banjar Sindu Kelod bersama panglingsirnya telah menjalani persiapan selama empat bulan di bawah bimbingan Tim Konsultan Seni Kota Denpasar. Pelatihan intensif tersebut mencakup teknik tari, vokal sakral, hingga pemahaman filosofi ritual.

Apresiasi besar diberikan oleh Anggota DPRD Provinsi Bali asal Sanur, Anak Agung Gede Agung Suyoga, S.H., M.Kn., yang hadir menyaksikan pementasan. Ia menyebut pementasan ini sebagai bukti nyata komitmen generasi muda dalam merawat dan mewariskan kearifan lokal ke tengah masyarakat. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi Bali sebagai aset budaya sekaligus daya tarik pariwisata. (jk)

Loading Next Post...