STT Swastika Budaya dan Ogoh-Ogoh Ajian Celepuk Ngekek

Ajian Celepuk Ngekek: STT Swastika Budaya Hadirkan Teror dalam Ogoh-Ogoh yang Mengerikan

RedaksiBudayaSeputar Bali06/03/2025313 Views

Mangupura, Nikiberitabali.com – Kreativitas seni dan budaya kembali diwujudkan dalam bentuk Ogoh-Ogoh oleh STT Swastika Budaya Banjar Tegal, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Tahun ini, mereka menciptakan salah satu Ogoh-Ogoh paling menyeramkan dan penuh makna mistis, Ajian Celepuk Ngekek.

Ogoh-Ogoh ini digarap dengan sangat detail oleh arsitek I Gusti Ngurah Aris Tananjaya dan I Gusti Ngurah Indra Ekaputra, bersama tim kreatif STT Swastika Budaya. Pengerjaannya memakan waktu sekitar dua bulan, menghasilkan sosok Leak burung hantu raksasa dengan ekspresi yang benar-benar mencekam.

Leak Celepuk Ngekek: Legenda Mistis yang Bangkit dalam Ogoh-Ogoh

Dalam mitologi Bali, Leak Celepuk Ngekek adalah salah satu sosok mistis paling menakutkan. Tidak seperti Leak biasa, Celepuk Ngekek bukanlah ilmu hitam, melainkan makhluk gaib yang kemudian ditiru oleh para penekun Leak untuk menakuti korban mereka.

Wujudnya sangat mengerikan—seekor burung hantu raksasa dengan bola mata bersinar tajam, sayap yang begitu lebar hingga terseret di tanah, dan kepala yang bisa berputar secara tidak wajar. Namun yang paling menakutkan dari makhluk ini adalah suaranya—teriakan melengking yang berubah menjadi tawa manusia yang menggema di tengah malam.

Konon, kehadiran Leak Celepuk Ngekek ditandai dengan hembusan angin kencang, lalu diikuti oleh suara kepakan sayap yang terdengar begitu besar. Tiba-tiba, makhluk ini sudah bertengger di pohon atau tembok, menatap korbannya sambil memutar-mutar kepalanya, sebelum akhirnya mengeluarkan tawa mengerikan yang menusuk ke dalam jiwa.

Beberapa cerita lain menyebutkan bahwa saat pertama kali dilihat, Celepuk Ngekek tampak seperti burung hantu kecil. Namun semakin didekati, tubuhnya membesar, sayapnya terbentang lebar, dan wajahnya berubah menjadi sosok yang sangat menyeramkan. Ia menghadang korbannya sambil menggeleng-gelengkan kepala dan tertawa, menciptakan ilusi yang bisa membuat seseorang kehilangan akal atau terserang penyakit misterius.

Kreativitas STT Swastika Budaya dalam Mewujudkan Mitos dalam Bentuk Ogoh-Ogoh

Melalui Ogoh-Ogoh Ajian Celepuk Ngekek, STT Swastika Budaya berhasil menghadirkan kesan yang benar-benar menegangkan. Detail ekspresi wajah yang menyeramkan, sayap lebar yang tampak seperti hendak menyambar, serta postur tubuh yang gagah, membuat Ogoh-Ogoh ini terasa begitu hidup.

Tim kreatif berhasil menangkap esensi menakutkan dari Leak Celepuk Ngekek, memadukan unsur seni tradisional dengan sentuhan mistis yang membuat siapa pun merinding saat melihatnya. Setiap detil, mulai dari tekstur bulu, sorotan mata yang tajam, hingga ekspresi wajah yang mencekam, dibuat dengan sangat teliti sehingga mampu menggambarkan betapa menyeramkannya sosok ini dalam kepercayaan masyarakat Bali.

Ogoh-Ogoh ini juga menjadi simbol perjuangan melawan kekuatan jahat, sesuai dengan tradisi pengerupukan sebelum Hari Raya Nyepi, di mana segala bentuk roh jahat diusir dan dibakar agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

Ogoh-Ogoh Ajian Celepuk Ngekek bukan hanya sekadar karya seni, tetapi juga sebuah bentuk pelestarian mitologi dan budaya Bali, yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan hadirnya Ogoh-Ogoh ini, STT Swastika Budaya telah membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi media untuk menghadirkan kembali kisah-kisah mistis yang sarat akan makna budaya dan filosofi kehidupan.

Bagi siapa pun yang melihatnya, bersiaplah merinding, karena saat Celepuk Ngekek menatapmu, ia bisa saja mengikutimu dalam dunia nyata… (nw)

3 Votes: 2 Upvotes, 1 Downvotes (1 Points)

Loading Next Post...