Pengurus dan anggota KAK Melati berfoto bersama dalam perayaan HUT ke-16 yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Denpasar, Minggu (6/9/2026).

16 Tahun KAK Melati: Merawat Silaturahmi, Menebar Kebaikan dalam Keberagaman

RedaksiSeputar Bali06/09/202625 Views

DENPASAR, Nikiberitabali.com – Semangat persaudaraan dalam keberagaman mewarnai perayaan HUT ke-16 Kelompok Arisan Keluarga (KAK) Melati yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 di Denpasar, Minggu (6/9/2026). Mengusung tema “Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW Meningkatkan Semangat Kita untuk Menebar Kebaikan dan Menjaga Persaudaraan dalam Keberagaman Umat”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi lintas agama sekaligus kepedulian sosial.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Nuansa Kori Barat IV/8, Banjar Tegal Kori, Ubung Kaja, Denpasar Utara, tersebut merupakan kolaborasi KAK Melati bersama komunitas Bolo-Bolo Surabaya. Sekitar 200 undangan dari berbagai latar belakang agama hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Muslim, Hindu, Nasrani, Buddha hingga Konghucu. Selain perayaan HUT dan Maulid Nabi, acara juga diisi santunan kepada belasan anak yatim piatu serta hiburan keluarga seperti permainan tanya jawab berhadiah dan pinata.

Pembina KAK Melati, Djoko Moeljono, mengatakan keberagaman yang hadir dalam perayaan tersebut merupakan cerminan semangat komunitas yang sejak awal dibangun untuk menjalin hubungan kekeluargaan tanpa batas. “Melati itu kepanjangan dari Menjalin Tali Silaturahmi Tiada Batas. Hari ini kami memperingati ulang tahun ke-16 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Djoko.

Menurut Djoko, KAK Melati tidak membatasi keanggotaan maupun kegiatan berdasarkan agama, profesi ataupun latar belakang seseorang. Justru, keberagaman dinilai menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kebersamaan. “Kami sengaja mengundang lintas agama. Ada Muslim, Hindu, Nasrani, Buddha dan Konghucu. Tujuannya supaya tali silaturahmi yang selama ini kami gagas tetap terjaga,” katanya. KAK Melati sendiri berdiri sejak 7 Juli 2010 dan saat ini memiliki sekitar 40 anggota.

Sementara itu, Koordinator KAK Melati, Lutfi Hidayati, mengatakan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim merupakan bagian dari komitmen komunitas untuk terus berbagi kepada sesama. “Visi dan misi kami sama, yaitu saling berbagi. Hari ini ada santunan dan kami juga dibantu oleh Bolo-Bolo Surabaya,” ungkapnya. Ia berharap aksi sosial KAK Melati dapat diperluas dengan menyasar panti asuhan dari berbagai latar belakang agama. “Ke depan, kami berharap bisa kembali berbagi kepada panti asuhan, baik yang Nasrani maupun Hindu,” ujarnya.

Memasuki usia ke-16, KAK Melati berkomitmen mempertahankan kekompakan sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat. Lutfi menegaskan, perbedaan bukan menjadi penghalang untuk saling berbagi dan menjaga hubungan baik. “Bhinneka Tunggal Ika, ada Hindu, ada Muslim, semua jadi satu. Kami tidak melihat dari mana asalnya, agamanya apa atau profesinya apa,” tegasnya. Pesan tersebut menjadi benang merah perayaan HUT KAK Melati tahun ini: merawat silaturahmi, menebar kebaikan dan menjaga persaudaraan tanpa sekat perbedaan. (nw)

Loading Next Post...