IB Ngurah Wijaya menunjukkan dua buku karyanya World Solo Ride dan Menembus Horizon.

IB Ngurah Wijaya, Dari Sanur Menembus Horizon dan Menjelajah Dunia

RedaksiLifestyleSeputar Bali10/09/202628 Views

DENPASAR, Nikiberitabali.com – Perjalanan panjang Ida Bagus Ngurah Wijaya di dunia pariwisata Bali tidak hanya tercatat melalui kiprahnya mengembangkan bisnis perhotelan dan mempromosikan Pulau Dewata. Sosok generasi kedua Segara Village Hotel ini juga dikenal sebagai figur pariwisata yang aktif membangun kolaborasi antara industri, pemerintah, masyarakat, dan media. Pengalaman puluhan tahun tersebut kini dituangkan dalam sebuah karya yang merekam perjalanan hidup sekaligus petualangannya menjelajahi dunia.

Berangkat dari keluarga dan lingkungan pariwisata Sanur, IB Ngurah Wijaya menempuh pendidikan serta memperkaya pengalaman di Prancis dan Swiss. Pengetahuan mengenai bahasa, perhotelan dan pariwisata yang diperolehnya di Eropa kemudian dibawa pulang ke Bali untuk mengembangkan usaha keluarga. Segara Village Hotel yang awalnya merupakan hotel keluarga dengan skala relatif kecil dikembangkan secara lebih profesional, namun tetap mempertahankan karakter, budaya, dan nilai kekeluargaan Bali.

Kiprah Ngurah Wijaya kemudian meluas ke tingkat industri pariwisata Bali. Ia terlibat dalam Bali Tourism Board (BTB) yang berdiri pada 2000 dan dipercaya sebagai chairman. Dalam posisi tersebut, ia turut mendorong sinergi berbagai pemangku kepentingan pariwisata sekaligus memperkuat promosi Bali sebagai destinasi internasional. Perannya semakin terlihat ketika Bali menghadapi masa sulit pasca Bom Bali I dan II. Komunikasi dengan media nasional dan internasional menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk membangun kembali kepercayaan wisatawan terhadap Bali.

“Bali tetap memiliki kekuatan untuk bangkit. Kita harus terus membangun kepercayaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang aman, menarik, dan memiliki kekuatan budaya,” demikian semangat yang tercermin dari kiprahnya dalam mempromosikan Bali di tengah situasi sulit.

Menariknya, memasuki usia lanjut, semangat Ngurah Wijaya untuk terus bergerak justru semakin kuat. Pada usia 69 tahun, ia melakukan perjalanan mengelilingi Indonesia menggunakan sepeda motor. Ketika menginjak usia 73 tahun, petualangannya berkembang hingga berbagai belahan dunia, termasuk melintasi gurun Namibia dan menjajal jalur ekstrem di Norwegia. Motor yang dikendarainya tetap membawa pelat nomor DK dari Bali, sementara bendera Merah Putih turut dibawa dalam perjalanan lintas negara dan benua tersebut.

Pengalaman hidup dan petualangan itu kini terangkum dalam dua buku, yakni Menembus Horizon dan World Solo Ride. Menembus Horizon merupakan memoar yang mengangkat perjalanan keluarga, masa kecil, pendidikan, pengalaman di luar negeri, dunia perhotelan dan pariwisata, hingga perjalanan hidup sebagai Konsul Kehormatan. Sementara World Solo Ridemerekam perjalanan seorang rider asal Bali yang menjelajah dunia seorang diri. Kedua buku tersebut menjadi catatan tentang keluarga, pariwisata, keberanian dan petualangan, sekaligus pesan bahwa usia bukan batas untuk terus belajar, bergerak, bermimpi, dan menemukan dunia. (nw)

Previous Post

Next Post

Loading Next Post...