Peserta mengikuti rangkaian Human Resources Convention (HRCON) 2026 yang digelar Human Resources Association (HRA) Bali di Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa, Sabtu (15/8/2026).

HRA Bali Tegaskan SDM Tak Boleh Kehilangan Sisi Manusia di Era AI

RedaksiSeputar BaliOrganisasi15/08/202648 Views

BADUNG, Nikiberitabali.com – Human Resources Association (HRA) Bali kembali menggelar Human Resources Convention (HRCON) 2026 di Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa, Sabtu (15/8/2026). Mengusung tema “Humanizing the Digital Future. Embracing the Entrepreneurial Mindset”, kegiatan ini membahas masa depan sumber daya manusia (SDM) di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) dan transformasi industri hospitality.

HRCON 2026 yang telah berlangsung selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2017 ini diikuti lebih dari 300 profesional bidang human resources dan hospitality dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua HRA Bali, Vira Risnayani, mengatakan tema tersebut dipilih untuk menegaskan bahwa manusia tetap menjadi kekuatan utama di tengah perkembangan teknologi. “Sebagai human being kita memiliki kekuatan untuk memiliki rasa, memiliki asa, dan memiliki cara yang tidak akan tergantikan dengan AI,” ujar Vira.

Menurut Vira, tantangan SDM saat ini bukan lagi soal siap atau tidak menghadapi AI, melainkan bagaimana manusia mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Ia menilai kemampuan critical thinking, creative thinking, dan curiosity menjadi kompetensi penting. “Kalau kita bisa menggunakan alat AI, bukan berarti kita bisa memaknai. Kemampuan untuk bisa memaknai AI itu adalah kemampuan utama,” jelasnya.

Pandangan senada disampaikan Senior Global Advisor ESQ Group, Rina Sarif. Ia menegaskan AI hanyalah alat dan perkembangan teknologi akan terus berubah. Karena itu, manusia harus tetap memegang kendali dengan memperkuat kesadaran diri dan empati. “AI itu adalah alat. Setelah AI, nanti akan ada agent AI. Selepas agent AI, akan ada teknologi yang baru. Jadi teknologi itu akan berubah. Tetapi jawabannya masih manusia,” ujar Rina. Ia juga mendorong HR agar berani menyuarakan kepentingan manusia di meja strategis organisasi.

Sementara itu, Senior Director Human Capital Talent Culture and Transformation Danantara, Wiwik Wahyuni, menekankan pentingnya kejelasan arah organisasi dalam menghadapi transformasi. Menurutnya, karyawan harus menjadi bagian dari proses perubahan, sementara HR memastikan arah, ekspektasi, dan nilai yang ingin dibangun perusahaan benar-benar jelas. “HR jangan sampai melakukan suatu activity yang tidak ada hubungannya dengan tujuan dari business,” tegas Wiwik. Ia juga mengajak komunitas HR Bali terus membangun jejaring dan budaya belajar bersama karena kualitas layanan hospitality turut menentukan citra Bali secara keseluruhan.

HRCON 2026 dikemas sebagai perjalanan pembelajaran dari Purpose, Mindset, Growth, Workforce Readiness, Clarity hingga Impact. Selain menghadirkan Ayu Sulasmini dan Pak Dwi Sunu, kegiatan ini diisi dua strategic panel serta berbagai sesi yang membahas intrapreneurial mindset, financial wellbeing, employee experience, leadership, hingga kolaborasi manusia dan AI. Melalui forum tersebut, HRA Bali mendorong SDM hospitality semakin adaptif, berani berpikir kritis, dan tetap menempatkan sisi kemanusiaan sebagai kekuatan utama di era digital. (nw)

Loading Next Post...