
BANGLI, Nikiberitabali.com – Sebuah truk bermuatan semen dilaporkan menabrak sejumlah rumah warga dan kendaraan di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Bali, pada Kamis pagi, 10 Juli 2025. Insiden terjadi diduga akibat rem blong, sehingga sopir kehilangan kendali saat melintasi jalur menurun menuju arah Kintamani.
Truk yang melaju dari arah Bangli itu menghantam sedikitnya dua rumah warga dan beberapa kendaraan yang sedang melintas maupun terparkir di pinggir jalan. Material semen yang diangkut truk turut berserakan di badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama Bangli–Kintamani lumpuh total hingga berita ini diturunkan.
Perbekel Desa Kayubihi, I Nyoman Suganda, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Ngih benar kejadiannya tadi pagi,” ujarnya singkat.
Petugas kepolisian dari Polres Bangli telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi kendaraan dan pengaturan arus lalu lintas. Sementara itu, tim dari Dinas Perhubungan serta relawan juga dikerahkan untuk membersihkan material semen yang menumpuk di sepanjang jalan.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun luka akibat insiden tersebut. Namun, sejumlah kerusakan pada rumah warga dan kendaraan bermotor telah teridentifikasi. Petugas masih melakukan pendataan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Rekaman video dan foto dari warga yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi truk yang ringsek di bagian depan, serta jalan yang tertutup tumpahan semen. Suasana di lokasi tampak dipenuhi warga yang penasaran dan sejumlah petugas yang sedang bekerja mengevakuasi kendaraan.
Salah satu unggahan video di Instagram dengan keterangan “Rem Blong!!” memperlihatkan detik-detik pascakecelakaan, saat warga mulai berdatangan dan lalu lintas terhenti total. Beberapa pengguna jalan bahkan terpaksa memutar arah mencari jalur alternatif karena penutupan jalan di sekitar lokasi.
Kepolisian mengimbau para pengendara yang hendak melintas di jalur Bangli–Kintamani untuk sementara menggunakan rute lain hingga pembersihan selesai dan arus lalu lintas kembali normal.
Pihak berwenang juga berencana memanggil pemilik truk dan sopir untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman, namun penyelidikan resmi masih berlangsung. (jk)