De Gadjah (kanan) secara simbolis menerima SK pengukuhan pengurus RDG se-Bali dari Ketua RDG I Ketut Darmayasa saat perayaan 12 Tahun RDG di Sekretariat De Gadjah Center, Renon, Denpasar, Minggu malam (21/4/2025). Acara ini sekaligus menjadi momentum peresmian De Gadjah Center sebagai pusat gerakan sosial dan pemberdayaan relawan.

No Drama, Full Loyalitas! 12 Tahun RDG Jadi Rumah Perjuangan De Gadjah

RedaksiSeputar BaliSosial21/04/2025105 Views

DENPASAR, Nikiberitabali.com – Memasuki usia ke-12 tahun, Relawan De Gadjah (RDG) terus menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas sosial yang solid, berdaya, dan berjiwa persaudaraan. Dirayakan dengan penuh semangat pada Minggu malam (21/4/2025) di Sekretariat De Gadjah Center, Renon, Denpasar, RDG tak hanya menggelar pengukuhan pengurus se-Bali, tetapi juga meresmikan De Gadjah Center/Yayasan De Gadjah Bali sebagai pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan relawan.

Perayaan ulang tahun ke-12 ini turut dihadiri ratusan anggota RDG, jajaran pengurus Partai Gerindra Bali, para anggota DPRD, hingga tokoh senior seperti mantan Bupati Bangli dua periode, I Made Gianyar.

Relawan untuk Masyarakat, Bukan Sekadar Politik

Pembina RDG Made Muliawan Arya atau akrab disapa De Gadjah, menegaskan bahwa sejak dibentuk pada 6 April 2013, RDG tumbuh dari 60 orang relawan menjadi lebih dari 4.000 anggota di Denpasar saja. Ia menekankan, RDG bukan semata wadah politik, tetapi komunitas yang lahir dari semangat membantu sesama.

“Tujuan RDG bukan untuk saya pribadi, tapi untuk mendukung orang-orang yang siap melayani masyarakat. RDG adalah rumah persaudaraan, tempat loyalitas diberikan kepada yang benar,” ujar De Gadjah yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Bali.

Ia pun berbagi pengalaman bahwa loyalitas harus diberikan pada sosok yang memiliki niat tulus. “Saya pernah salah arah. Tapi ketika saya memilih loyal kepada Pak Prabowo, akhirnya saya dipercaya sebagai Ketua DPD dan bahkan hampir jadi gubernur,” ungkapnya.

Filosofi “No Drama” & Tri Kaya Parisudha

De Gadjah juga menanamkan filosofi “No Drama” dalam tubuh RDG, yang menurutnya adalah bentuk modern dari Tri Kaya Parisudha: pikiran, perkataan, dan perbuatan yang selaras. Ia menegaskan bahwa RDG adalah komunitas sosial, bukan dinas sosial.

“RDG dari relawan untuk keluarga, untuk relawan, dan untuk masyarakat. Tapi jangan sampai jadi relawan, malah tidak punya pekerjaan. Kita tetap harus produktif,” ujarnya, disambut tepuk tangan para anggota.

Fokus ke SDM Anak Muda Bali

Ketua RDG Bali, I Ketut Darmayasa, menambahkan bahwa seluruh kegiatan perayaan dan pengukuhan ini dibiayai secara gotong royong oleh relawan. RDG ke depan akan memprioritaskan kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan anak muda melalui peningkatan kompetensi lintas bidang.

“Kami percaya, SDM Bali harus mampu bersaing di level nasional. De Gadjah Center akan jadi lokomotif pengembangan SDM ke arah sana,” katanya.

Struktur Pengurus RDG se-Bali

DPD RDG Bali

Koordinator: I Ketut Darmayasa

Sekretaris: Made Murtika Sasmara Putra

Bendahara: I Gusti Agung Adi Merta

Koordinator DPC Kabupaten/Kota:

Denpasar: Pande Made Budi Raharja

Badung: I Made Derana

Tabanan: I Putu Eka Witadi

Jembrana: Anak Agung Gede Widiantara

Buleleng: Nengah Anjasmara

Karangasem: Jro Gede Putu Leong

Bangli: I Kadek Arianta

Klungkung: I Ketut Juliarta

Gianyar: I Wayan Aryana

Dengan semangat “No Drama, Full Aksi”, RDG membuktikan bahwa komunitas berbasis loyalitas dan persaudaraan bisa berkembang besar dan tetap solid dalam 12 tahun perjalanan, serta menjadi pionir penggerak sosial berbasis masyarakat di Pulau Dewata. (r)

Loading Next Post...