
Denpasar, Nikiberitabali.com – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu menyebabkan peningkatan signifikan volume air di Sungai Badung (Tukad Badung). Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir di area sekitar aliran sungai, terutama di Kota Denpasar, Senin (10/02/2025).
Cuaca di Denpasar dan Bali Secara Umum
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Denpasar dan sekitarnya diprediksi mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat disertai badai petir hingga 16 Februari 2025.
Secara umum, Provinsi Bali sedang berada dalam periode musim hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat di sekitar bantaran Sungai Badung dan wilayah rawan banjir lainnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan volume air sungai dapat terjadi secara tiba-tiba akibat kiriman air dari hulu. Selain itu, warga disarankan untuk:
• Menghindari aktivitas di dekat aliran sungai saat hujan deras.
• Memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi seperti BMKG.
• Menjaga kebersihan saluran air dan drainase untuk mencegah penyumbatan.
• Segera melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi tanda-tanda peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir.
[itp]
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, Ketut Murdika, menyatakan bahwa pihaknya siap siaga untuk melakukan evakuasi dan penanganan jika terjadi banjir. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan,” ujarnya.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana. Tetap pantau informasi dari sumber resmi dan ikuti arahan dari pihak berwenang untuk memastikan keselamatan bersama. (jk)