
Denpasar, Nikiberitabali.com – Bali tengah mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dengan kecepatan mencapai 70 km/jam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh terbentuknya pola pertemuan dan belokan angin di sekitar wilayah Bali, yang dipicu oleh adanya bibit siklon tropis 96S di Samudera Hindia, sebelah barat Australia.
Kecepatan angin maksimum yang tercatat di Bali meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada 7 Februari 2025, kecepatan angin mencapai 19 knot (35 km/jam), kemudian meningkat menjadi 29 knot (54 km/jam) pada 8 Februari, dan mencapai puncaknya pada 9 Februari dengan kecepatan 38 knot (70 km/jam). Menurut kriteria BMKG, angin dengan kecepatan di atas 25 knot (45 km/jam) sudah masuk dalam kategori angin kencang.
BMKG memprediksi bahwa kondisi cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga 12 Februari 2025. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Selain itu, pelaku pariwisata bahari, wisatawan, dan nelayan perlu mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi di perairan selatan Bali.
Dampak dari cuaca ekstrem ini sudah mulai dirasakan di beberapa wilayah di Bali. Di Kabupaten Gianyar, hujan lebat dan angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang, mengakibatkan gangguan lalu lintas dan kerusakan fasilitas umum. Sementara itu, di Kabupaten Buleleng, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di beberapa lokasi, meskipun tidak ada laporan korban jiwa, namun sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas.
[itp]
Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga melaporkan gangguan pada jaringan listrik akibat cuaca ekstrem ini, terutama disebabkan oleh pohon tumbang yang menimpa infrastruktur listrik. PLN telah melakukan upaya pemulihan untuk memastikan pasokan listrik kembali normal.
BMKG terus memantau perkembangan bibit siklon tropis 96S dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini.
Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan terkini, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG atau mengikuti akun media sosial resmi BMKG.