Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030, Wayan Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster Tindak Tegas Toko Modern Berjejaring yang Langgar Aturan

RedaksiSeputar BaliSosial03/02/2025160 Views

  1. Denpasar, Nikiberitabali.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030, Wayan Koster, menegaskan komitmennya untuk menertibkan toko-toko modern berjejaring yang semakin menjamur di Bali. Ia menyiapkan regulasi guna mendukung pertumbuhan UMKM lokal yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali.

Pernyataan ini disampaikan Koster saat menghadiri acara Bali Signature: Drink Edition di Level 21 Mall Denpasar, dalam rangka peringatan Hari Arak Bali ke-3 pada Jumat, 31 Januari 2025. Ia menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap toko modern berjejaring yang melanggar aturan, termasuk mencabut izin operasional mereka.

“Sekarang di periode kedua ini, saya akan keras. Kalau tidak disiplin, saya cabut izinnya. Betul, saya akan cabut. Saya akan keras,” tegas Koster.

Langkah ini dianggap terlambat oleh beberapa pihak, mengingat toko modern berjejaring seperti Indomaret, Alfamart, dan Mini Mart telah menyebar hingga pelosok desa, mengancam kelangsungan UMKM lokal. Data menunjukkan bahwa di Kabupaten Badung saja, kuota ideal untuk toko modern ditetapkan sebanyak 1.760 unit, dengan 30% di antaranya untuk ritel berjejaring nasional. Namun, pada tahun 2017, jumlah toko modern yang beroperasi diperkirakan melebihi angka tersebut, baik yang berizin maupun tidak berizin.

Di Kabupaten Gianyar, situasinya serupa. Kajian Universitas Udayana menetapkan kuota toko modern berjejaring sebanyak 79 unit. Namun, hingga pertengahan 2019, terdapat sekitar 180 toko modern berjejaring yang beroperasi, dengan sebagian besar tidak memiliki izin resmi.

Koster mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan regulasi untuk mengatur keberadaan toko modern di Bali, dengan harapan agar Bali dapat mengikuti jejak daerah lain, seperti Sumatera Barat, yang telah berhasil mengelola hal serupa. Ia menegaskan bahwa Bali juga harus bisa, agar masyarakat Bali bisa “Kalau Sumatera Barat bisa mengapa Bali tidak bisa. Harus bisa, harus bisa. Supaya kita sama-sama bahagia hidupnya. Jangan disitu bahagia di sini nangis,” pungkas Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.

1 Votes: 1 Upvotes, 0 Downvotes (1 Points)

Loading Next Post...